Monday, 24 June 2013

HALITOSIS ATAU BAU MULUT


DEFINISI

Bau mulut istilah kedokteran giginya adalah halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan.
Halitotis atau Bau Mulut sering terjadi pada kalangan anak-anak, remaja, dan orang tua. Bau mulut sangat menggangu sekali jika sedang berkomunikasi atau berbicara dengan orang lain. Jika mulut anda bau, maka orang akan otomatis menghidari anda.


PENYEBAB



1. Faktor Yang bersumber dari dalam mulut
  • Kebersihan mulut dan gigi
  • Jenis makanan yang dimakan
  • Penyakit pada gigi dan mulut.
  • Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
  • Aliran air ludahnya kurang
  • Tambalan yang tidak tepat
  • Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
  • Gigi tiruan yang tidak bersih
  • Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
2. Faktor Yang bersumber bukan dari dalam mulut
  • Gangguan lever kronis juga tak jarang mendjadi biang halitosis (bau mulut). Hal ini sebagai akibat metabolisme protein dan lemak yang tidak berjalan sebagaimana semestinya. Metabolisme terganggu merupakan indikasi terganggunya fungsi hati.
  • Gangguan fungsi ginjal juga ternyata bisa menyebabkan bau mulut kronis atau halitosis. Pada penderita terdapat kadar ureum yang tinggi, yang kemudian beredar di dalam darah. Melalui proses kimia, dihasilkanlah zat amoniak yang memiliki bau menyegat. Komponen ini kemudian masuk ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan nafas berubah tidak sedap. 
  • Pada penderita diabetes pun, bila gula darahnya tak terkontrol dan mungkin juga tinggi, bisa timbul halitosis. Baunya pun khas. 
  • Bau mulut kronis juga bisa disebabkan oleh gangguan paru-paru. Pasien bronkhitis kronis, dengan penyakit paru-paru obstruksi dimana biasanya telah terjadi infeksi-infeksi sekuner tak jarang juga menderita halitosis.
  • Gangguan THT juga bisa menjadi biang bau mulut kronis, misalnya pasien yang mengalami sinusitis berat atau tonsillitis.
  • Penderita penyakit maag pun dapat mengalami bau mulut. Yakni bila penyakit itu disebabkan kuman bernama Helicobacter pylory. Kuman ini mengakibatkan terjadinya metabolisme amoniak. Hidup dalam lingkungan basa, ia sendiri mengandung enzim uriase yang dapat mengubah amoniak. 

PENCEGAHAN

  1. Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal dengan pasta gigi ber-flour, melakukan penyikatan lidah, serta menggunakan alat bantu benang gigi.
  2. Menggunakan agen antibakteri untuk rongga mulut, yaitu obat kumur klorheksidin (namun tidak boleh digunakan dalam waktu lebih dari 2 minggu berturut-turut).
  3. Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, banyak mengkonsumsi air mineral, atau dapat menggunakan obat kumur baking soda. 
  4. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.
  5. Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.
  6. Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.
  7. Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlumbang.
  8. Mengurangi kebiasaan buruk, misalnya merokok.
  9. Jika anda memiliki radang sinus menahun, penyakit gangguan pencernaan, atau diabetes, sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Spesialis yang berkompeten, untuk segera dilakukan perawatan.
  10. Harus mengurangi makan-makanan yang merangsang timbulnya bau mulut. Jika memang ingin mengkonsumsinya sebaiknya setelah makan makanan yang menibulkan bau (seperti jengkol dan bawang), anda harus berkumur, menyikat lidah dan menyikat gigi anda, atau dapat mengunyah permen karet xylitol untuk merangsang air ludah.

TIPS makanan untuk membantu menghilangkan bau mulut

  • Makanan yang kaya akan vitamin C dapat membantu menghilangkan bau mulut karena mampu mencegah tumbuh kembang bakteri jahat pada mulut, yang menyebabkan bau tak sedap. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C juga dapat mengurangi risiko terjadinya masalah pada gusi. 
  • Buah-buahan kaya akan vitamin C seperti stroberi, ceri, dan jeruk terbukti efektif untuk mengobati halitosis secara natural. Selain itu, apel dan wortel juga dapat menghilangkan bau tak sedap pada mulut. 
  • Lemon juga merupakan buah yang kaya akan vitamin C dan dapat menghilangkan bau napas tak sedap tidak hanya karena halitosis, namun juga karena bau akibat mengkonsumsi bawang. Asam sitrat yang terkandung dalam buah lemon terbukti dapat membunuh bakteri pada mulut. 
  • Selain buah-buahan, beberapa jenis rempah seperti kapulaga dan cengkeh juga efektif untuk menghilangkan bau napas tak sedap. Beberapa jenis rempah ini juga dapat memberikan napas Anda menjadi lebih segar.
  • Daun jambu tidak hanya berfungsi untuk mengobati diare, namun mengunyah daun jambu juga dapat mengobati bau mulut tak sedap sekaligus memutihkan gigi secara alami. Mengunyah daun ketumbar atau daun mint, juga dapat membantu mengurangi bau napas yang tidak sedap.
  • Terakhir, cobalah untuk mengkonsumsi yoghurt yang redah lemak dan tanpa kandungan gula. Menurut para ilmuwan, yoghurt mengandung bakteri yang menekan berkembangnya sulfat pada mulut. Sulfat ini adalah salah satu penyebab bau napas tak sedap. Selain itu, yoghurt juga dapat membunuh bakteri jahat pada mulut. 


No comments:

Post a Comment